Khoirunnas Anfauhum Linnas

LightBlog

Monday, June 8, 2020

DIALOG TENTANG "TAHLIL"

DIALOG TENTANG "TAHLIL" 

(Sambil ngopi)

šŸ‘¤ ABU : "Mar, kamu katanya Islam koq masih 7 harian di kematian itu namanya tasyabuh , kamu tahu nggak 7, 40, 100 hari itu ajaran Hindu Budha."

šŸ‘³ UMAR : "Masak kang , kalo begitu Hindu Budha itu termasuk Islam dong..."

šŸ‘¤ ABU : "Kamu ngaco Hindu Budha itu kafir blog, goblog".

šŸ‘³ UMAR : "Masak kafir tahlilan, bukankah tahlil itu kalimat tauhid...?"

šŸ‘¤ ABU : "Bukan tahlilnya tapi acaranya, barang siapa tasyabuh (menyerupai) dengan orang kafir, maka ia bagian darinya..."

šŸ‘³ UMAR : "Aku malah jadi bingung kang..."

šŸ‘¤ ABU : "Ya, karena kamu goblog..."

šŸ‘³ UMAR : "Kang, Nabi lahir itu Abu Jahal sudah ada belum?"

šŸ‘¤ ABU : "Ya sudah to, dia paman nabi."

šŸ‘³ UMAR : "Abu Jahal Islam kang?"

šŸ‘¤ ABU : "Kafir, jahiliyah..."

šŸ‘³ UMAR : "Kenapa Nabi berjubah kayak Abu Jahal kang, apa Nabi tasyabuh juga ?"

šŸ‘¤ ABU : "Ee e e itu urusan dunia masalah pakaian..." 

 šŸ‘³ UMAR : "Kalau urusan dunia tidak tasyabuh ya...?"

šŸ‘¤ ABU : "Ya dong..."

šŸ‘³ UMAR : "Boleh gak kang aku pake daster...?"

šŸ‘¤ ABU : "Haram, itu menyerupai cewek."

šŸ‘³ UMAR : "Tapi ini urusan dunia kang, katanya bukan tasyabuh..."

šŸ‘¤ ABU : "Dah kamu ngeyel mojokin aku aja, ini masalah tahlil 7 hari ini ibadah Hindu Budha. Titik"

šŸ‘³ UMAR : "Kang pusatnya Hindu Budha tu di India, di India sana nggak ada acara 7, 40, 100 hari tuh, apalagi di sedekahi wong mayatnya aja dibakar. 
Ini semula tradisi masyarakat Jawa, oleh para Walisongo tradisi yang sudah ada itu dipelihara kemudian diberi ruh islam,

šŸ‘¤ ABU : Tapi ini bukan tradisi umat Islam, nabi tidak pernah mencontoh budaya orang kafir seperti ini, kenapa tidak diganti budaya islam? Jadi syirik kan...?"

šŸ‘³ UMAR : "Kang Abu, katanya sudah jadi ustadz, koq cetek men ilmunya...?"

šŸ‘¤ ABU : "Maksudmu bagaimana? Ngawur kamu Lo"

šŸ‘³ UMAR : "Lha koq suruh ngganti budaya islam, emang ada budaya islam?"

 šŸ‘¤ ABU : "Ada, di Arab banyak contohnya"

šŸ‘³ UMAR : "Itu budaya Arab kang bukan budaya Islam. 
Jadi Islam itu bukan budaya tapi Islam itu ruh, system, ajaran. 
Namanya ruh, sistem, ajaran itu bisa dimasukkan kedalam apa saja, ruh itu bisa dimasukkan ke tubuh orang Indonesia atau orang Arab tujuan utamanya sama " illa liya'budun "

šŸ‘¤ ABU : "Tapi ini bertentangan dengan Islam..."

 šŸ‘³ UMAR : "Mana bertentangannya? 
Tahlil itu baca kalimah tauhid, ayat suci Alqur'an, sholawat dan berdoa apa Islam melarang itu.?"

šŸ‘¤ ABU : "Bukan bacaannya, tapi itu budaya Jawa kenapa dipertahankan?"

šŸ‘³ UMAR : "Sampean pernah umroh kan ? Kenapa sampean thowaf ?"

šŸ‘¤ ABU : "Itu rukun haji/ umrah, harus dilaksanakan."

šŸ‘³ UMAR : "Sampean tahu sejarah thawaf ?"

šŸ‘¤ ABU : "Terus terang, meskipun aku ustadz dan rajin dauroh tidak tahu sejarah thawaf."

šŸ‘³ UMAR : "Oke kang, sebenarnya ada banyak sekali budayanya kafir jahiliyyah yang oleh Kanjeng Nabi diadopsi menjadi syariat namun tetap mempertahankan budaya itu sendiri sehingga bisa merangkul semua agama dan kalangan, contoh nya, aku tunjukkan budayanya kafir jahiliyah yang menjadi hukum syariat :

1) THOWAF
Thowaf itu ada sebelum Nabi lahir, para wanita arab itu keliling ka'bah 7x dengan telanjang bulat . 
"Gak usah ngiler ya dengar cewek bugil"  --- itu upacara pemujaan karena di samping ka'bah ada patung tuhan mereka latta dan uzza kenapa mereka telanjang, menurut ajaran dia menghadap Tuhan / berdoa harus suci, ingat kang syariat Nabi Musa kalau baju kena najis itu harus di sobek dan di buang. 
Kalau syariat Nabi kita dicuci ya! 
Nah budaya ini, keliling ka'bah 7x tidak dihilangkan Nabi tapi masuki ruh Islam latta uzza dibuang, suci tidak berarti telanjang tapi suci bersih ( simbul bersih suci itu sekarang warna putih ) jadilah pakaian ihram itu berwarna putih.

2) AQIQAH
Sudah jadi tradisi di Arab sana kalau punya anak disyukuri dengan menyembelih binatang peliharaan dan melumurkan darah penyembelihan.
Oleh Nabi, budayanya masih dipertahankan diberi ruh Islam. 
Menyembelihnya masih, tapi tidak dilumuri darah dan rambutnya di cukur dan diberi minyak wangi. 
Itu kang, haji umrah..."

šŸ‘¤ ABU : "Oh begitu ta, baru tahu nih!"

šŸ‘³ UMAR : "Maka nya ayo kita banyak belajar jangan nyalahi orang melulu. 
Ayo minum kopinya dulu... Srupuuut ahhh."šŸ˜‚šŸ‘³☕☕šŸ‘¤ 

_Semoga bermanfaat._

#SALAM_DAMAI
#ISLAM_RAHMATAN_LIL_ALAMIN

ŁˆŲ§Ł„Ł„Ł‡ Ų£Ų¹Ł„Ł… ŲØŲ§Ł„ŲµŁˆŲØ
_________________________
● Salafussholeh_Aswaja

No comments:

Post a Comment

Salamat Datang Di website saya - Sudahkah kita berbuat baik hari ini? - Terima kasih telah berkunjung ke website qodirsmart, like, follow dan subscribe please!