Minyak wangi bakarot (sering juga disebut bukhur/bakhoor oil atau minyak wangi Arab bakaran) berasal dari tradisi wewangian Timur Tengah, khususnya di kawasan Arab Saudi, Yaman, Oman, dan Uni Emirat Arab.
Asal Usul & Sejarah
Kata “bakarot/bakhoor” berasal dari bahasa Arab bakhūr (بخور) yang berarti dupa atau wewangian yang dibakar.
Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat Arab telah menggunakan kayu gaharu (oud), rempah-rempah, dan resin aromatik yang dibakar untuk mengharumkan rumah, pakaian, dan tempat ibadah.
Tradisi ini sangat kuat dalam budaya Arab dan Islam, terutama saat menyambut tamu, acara keagamaan, pernikahan, dan hari besar.
Perkembangan Menjadi Minyak Wangi
Awalnya, bakhoor hanya digunakan dalam bentuk serbuk atau potongan kayu yang dibakar.
Seiring perkembangan teknologi parfum, aroma bakhoor kemudian diekstrak dan diramu menjadi minyak wangi agar:
Lebih praktis
Bisa digunakan langsung ke tubuh
Tetap menghadirkan kesan hangat, mewah, dan tahan lama
Ciri Khas Minyak Wangi Bakarot
Aroma hangat, smoky, manis, dan woody
Biasanya mengandung campuran:
Oud/gaharu
Amber
Musk
Mawar Taif
Rempah-rempah oriental
Identik dengan kemewahan dan keanggunan khas Arab
Masuk ke Indonesia
Minyak wangi bakarot masuk ke Indonesia melalui:
Jamaah haji dan umrah
Pedagang Timur Tengah
Kemudian menjadi populer di kalangan masyarakat karena aromanya kuat, tahan lama, dan berkesan religius serta elegan.
Singkatnya, minyak wangi bakarot adalah warisan budaya wewangian Arab kuno yang berevolusi dari tradisi membakar bakhoor menjadi parfum minyak yang digunakan hingga sekarang.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar